Cara Pola Hidup Sehat, Info Makanan Sehat Tips Kesehatan




Mari Pelajari Penyebab dan Gejala Penyakit Artritis Reumatoid!

Ada pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Mempelajari gejala-gejala sebuah penyakit sebaiknya dilakukan sebelum penyakit tersebut menjalar and menjadi lebih parah. Jika Anda merasakan sesuatu yang tidak beres pada tubuh Anda, lebih baik cari tahu indikasi yang dapat mengarahkan pada suatu penyakit. Dengan begitu, pencegahan akan dapat dilakukan lebih dini. Hal ini juga berlaku pada penyakit Artritis Reumatoid. Agar terhindar dari penyakit ini, atau mungkin mencegahnya menjadi lebih parah, ada baiknya untuk melihat informasi di bawah ini mengenai penyebab serta gejala yang bisa timbul jika Anda menderita Artritis Reumatoid.

Beberapa Penyebab dan Gejala Penyakit Artritis Reumatoid yang Perlu Anda Ketahui

 Penyebab dan Gejala Penyakit Artritis Reumatoid!

Apa itu Artritis Reumatoid?

Sebelum mencari tahu penyebab dan gejala penyakitnya, ada baiknya Anda berkenalan dulu dengan penyakit ini untuk memberi gambaran bagian tubuh mana saja yang mungkin bisa diserang. Artritis Reumatoid adalah sebuah peradangan yang terjadi pada sendi. Beberapa sendi yang sering diserang adalah sendi pada tangan dan kaki. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di beberapa bagian sendi lainnya.

Tidak hanya persendiannya, tetapi jaringan di sekitarnya seperti tendon, otot juga ligamen juga bisa terkena dampaknya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mempengaruhi beberapa organ lainnya seperti paru-paru, jantung, kulit, saraf dan mata. Radang sendi kronis ini biasa ditandai dengan rasa hangat, timbul kemerahan, nyeri hingga bengkak di daerah persendian.

Lalu apa bedanya dengan Artritis Gout? Simak penjelasan penyebab dan gejala Arthritis Gout disini.

Penyebab Artritis Reumatoid

Setelah mengerti tentang pengertiannya, mari pelajari penyebab Artritis Reumatoid. Penyakit radang yang menyerang persendian ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel pada bagian sendi. Ketika seharusnya sistem imun melawan infeksi untuk membentengi tubuh, sebuah kelainan atau diduga disebabkan oleh bakteri atau virus tertentu yang justru membuatnya menyerang sendi. Hal ini yang kemudian menimbulkan peradangan yang dikenal dengan istilah umum Artritis Reumatoid.

Ada pula beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit ini, seperti faktor hormon, usia, genetika atau keturunan, dan bahkan beberapa ahli mengatakan kebiasaan merokok juga bisa memicu penyakit ini. Oleh karena itu, jika dalam catatan kesehatan keluarga Anda ada yang mederita penyakit ini, Anda perlu waspada, meskipun beberapa penelitian belum bisa menentukan bagaimana faktor genetika ini bisa mempengaruhi peningkatan resiko terserangnya Artritis Reumatoid.

Gejala Artritis Reumatoid

Untuk menghindari dan mencegah terjadinya penyakit ini, ada baiknya untuk mempelajari gejala-gejala Artritis Reumatoid. Sebelumnya sudah sedikit disinggung bahwa orang yang menderita peradangan sendi atau Artritis Reumatoid akan merasakan rasa hangat dan nyeri yang diikuti timbulnya kemerahan dan bengkak pada daerah persendian. Rasa kaku juga akan dirasakan saat bangun tidur di pagi hari, bahkan jika sudah agak parah, persendian akan sulit digerakkan.

Sebenarnya gejala-gejala ini juga terjadi pada beberapa penyakit persendian lainnya. Di samping itu, untuk beberapa orang, gejala yang dirasakan dapat berbeda dan berubah-ubah. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, bersikaplah waspada dan segera periksakan ke dokter. Hal ini untuk mencegah bertambah parahnya penyakit.

Dengan mempelajari pengertian, penyebab dan gejala penyakit Artritis Reumatoid, Anda bisa mencegah penyakit ini menjalar lebih parah, atau mungkin bisa menginformasikan ke beberapa orang di sekitar Anda yang mengeluhkan beberapa gejala di atas. Jika Anda terlambat mengetahuinya, resiko bertambah parahnya penyakit akan dapat terjadi, bahkan bisa membuat persendian bergeser dan berubah bentuk. Meskipun penyakit ini lebih banyak menyerang orang-orang di usia 40 tahun ke atas dan kebanyakan wanita, semua orang perlu waspada.

 


Tags: , , ,